body { cursor:url(http://24rohman.googlepages.com/dragon3.ani),default;}
Welcome to OPREAKZ!!

Senin, 07 Juni 2010

=>KEBUDAYAAN NASIONAL<=

Kebudayaan nasional secara mudah dimengerti sebagai kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:

{{cquote2|Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.

Disebutkan juga pada pasal selanjutnya bahwa kebudayaan nasional juga mencermikan nilai-nilai luhur bangsa. Tampaklah bahwa batasan kebudayaan nasional yang dirumuskan oleh pemerintah berorientasi pada pembangunan nasional yang dilandasi oleh semangat Pancasila.

Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.

Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

MANUSIA

Tentang Manusia

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah paling sempurna dibandingkan dengan machluk yang lainya, termasuk diantaranya Malaikat, Jin, Iblis, Binatang, dllnya. Tetapi kita sendiri sebagai manusia tidak tahu atau tidak kenal akan diri kita sendiri sebagai manusia. Untuk itu marilah kita pelajari diri kita ini sebagai manusia, Siapa diri kita ini? Dari mana asalnya? Mau kemana nantinya? Dan yang paling penting adalah bagaimana kita menempuh kehidupan didunia ini supaya selamat didunia dan achkirat nanti?

Sebenarnya manusia itu terdiri atas 3 unsur yaitu:

  1. Jasmani.
    Terdiri dari Air, Kapur, Angin, Api dan Tanah.
  2. Ruh.
    Terbuat dari cahaya (NUR). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja.
  3. Jiwa. (An Nafsun/rasa dan perasaan).
    Terdiri atas 3 unsur:
    • Syahwat/Lawwamah (darah hitam), dipengaruhi sifat Jin, sifatnya adalah: Rakus, pemalas, Serakah, dll (kebendaan/materialis)-menjadi beban masyarakat.
    • Ghodob/Ammarah ( Darah merah ), dipengaruhi oleh sifat Iblis, Sifatnya adalah: Sombong, Merusak, Angkara murka dll (Menentang)-Menjadi pengacau masyarakat.
    • Natiqoh/Muthmainah (darah Putih), Dipengarui sifat malaikat, Sifatnya adalah: Bijaksana, Tenang, Berbudi luhur, Berachlak Tinggi dan Mulia- Menciptakan kedamaian dan kasih sayang.
Alat dari pada Jiwa yaitu otak, yang terdiri atas 3 bagian juga:
  1. Akal (timbangan) haq atau bathil
  2. Pikir (hitungan) Untung rugi
  3. Zikir (ingatan) Ingat Allah

==MANUSIA DAN KEGELISAHAN==

Kegelisahan Berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa kahwatir,tidak tenang , tidak sabar , cemas. Sehingga kegelisahan merupakan penggambaran orang yang tidak tentram hati .

Kegelisahan hanya diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik itu umumnya lain dari yang biasa misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruangan tertentu sambari menundukan kepalanya, duduk dengan wajah murung dan lain -lain .

Menurutom Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam, yakni :

=kecemasan tentang kenyataan/obyektif;

=kecemasan neurotis,

=dan kecemasan moril.

Dari ketiga macam kecemasan tersebut sebenarnya tidak ada perbedaan dari segi jenisnya. Semuanya mempunyai satu sifat yang sama, yaitu tidak menyenangkan dari mereka yang mengalaminya. Mereka (tiga macam kecemasan) hanya berbeda dalam hubungan sumbernya. Kecemasan tentang kenyataan, sumber dari bahaya itu terletak dalam dunia luar. Kecemasan neurotis, ancaman terletak dalam pemilihan obyek secara naluriah dari id. Kecemasan moril, sumber ancaman adalah hati nurani dari super ego.

Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadan dalam lingkungan seserang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahay dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat dengan benda- benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya. Misalnya, ketakuatn terhadap kegelapan muangkin merupakan pembawaan dari generasi sebelumnya.

Rasa ketakutan atau kecemasan ini lebih mudah diperoleh selama masih bayi atau kanak- kanak, karena organisme yang masih muda lemah dalam menghadapi bahaya- bahaya dari luar dan sering kali dikuasai oleh ketakutan egonya belum berkembang sampai titik, dimana organisme dapat menguasai rangsangan- rangsangan yang jumlahnya berlebihan. Bayi yang baru lahir dihujani rangsangan- rangsangan yang berlebihan dari luar, yang mana selama dalam kandungan mendapat lindungan, sehingga menyebabkan bayi tidak siap sama sekali. Selama tahun- tahun permulaan bayi, banyak menghadapi keadaan lain yang sulit untuk dihadapinya, bila dalam kemudian hari mengancam hidupnya sampai keadaan tak berbahaya, bayi akan mencetuskan keadaan cemasnya. Itulah sebabnya kita perlu melindungi anak yang masih kecil terhadap pengalaman- pengalaman traumatic (pengalaman kecemasan).

Kecemasan neurotis (saraf), ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam tiga bentuk:

  1. bentuk kecemasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada keadaan lingkungan yang kira- kira cocok. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
  2. bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia). Sifat khusus dari pobia adalah bahwa, intensitit ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. Misalnya, seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah di analisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya, sehingga ia mendapatkan hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet. Phobia juga dapat diperbesar leh kecemasan moril, oleh benda yang diinginkan tetapi ditakutkan adalah sesuatu yang mlanggar ideal dari super ego. Misalnya, seorang wanita mungkin merasakan suatu ketakutan irrasional untuk diperkosa karena sebenarnya ia ingin mendapatkan serangan seksual tapi super egonya memberontak terhadap keinginan ini. Ia takut terhadap hati nuraninya sendiri.
  3. reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seserang dari kecemasan neurotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id. Meskipun ego dan super ego melarangnya.

Kecemasan neurotis selalu berdasarkan kecemasan tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa seseorang harus menghubungkan suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar sebelum ia belajar merasa takut terhadap naluri- nalurinya. Selama suatu peredaran naluriah tidak berakhir dengan suatu hukuman, orang tidak usah merasa takut terhadap cathexis byek dari naluri- naluri. Akan tetapi, karena perbuatan yang impulsif membawa seseorang kedalam suatu kesulitan, ia pun menyadari bagaimana berbahayanya naluri itu. Tamparan, pukulan dan lain- lain bentuk hukuman menunjukkan pada seoorang anak, bahwa pemuasan naluri secara impulsif menuju kepada suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Anak akan mendapat kecemasan neurotis kalau ia dihukum karena bertindak secara impulsif.

Kecemasan moril, merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani. Hati nurani sebagai wakil di dalam tubuh dari kekuasaan orang tua mengancam untuk menghukum seseorang karena sesuatu perbuatan atau pikiran yang melanggar tujuan yang sempurana dari ego yang ideal yang diletakkan di dalam kepribadian oleh orang tua. Sebagaimana halnya.dengan kecemasan neurotis,sumber kecemasan moril terletak dalam struktur kepripadian,dan sebagaimana halnya dengan kecemasan neurotis,orang tidak dapat melepaskan diri dari perasaan bersalah dengan jalan melarikan diri dari padanya.

Kecemasan moril mempunyi ikatan yang erat dengn kecemasan neurtis,karena musuh-musuh utama dari super ego adalah pemilihan obyek dari id.Adalah suatu ironi dari penghidupan orang yang berakhlaq. Sebab dari pada ini ialah bahwa karena hanya berfikir untuk melakukan sesuatu yang buruk saja telah menjadikan orang yang berakhlaq merasa malu. Seseorang yang banyak melakukan penguasaan diri sudah pasti akan banyak memikirkan tentang godaan dari naluri-naluri,karena ia tidak menemukan Saluran yang lain untuk keinginan-keinginan nalurinya. Rang yang kurang berakhlaq tidak memiliki superego yang demikian kuatnya,sehingga ia tidak lebih mungkin merasakan gangguan dari hati nuraninya,kalau ia berfikir atau berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan kode moril.

Kecemasan adalah peringatan pada ego,bahwa ia berada dalam bahaya. Dalam hal kecemasan obyektif,jika seseorang tidak mengindahkan peringatan itu,sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya. Dengan memberikan perhatian atas peringatanitu,seseorang mungkin dapat menghindarkan kecelakaan yang akan terjadi.baik dalam kecemasan neurotis maupun kecemasan,bahaya terletak di dunia luar dan juga bukan luka berupa sesuatu luka- luka badan atau kekurangan jasmaniah yangdi takutkan orang.

Perasaan bersalah pada hakekatnya mungkin menjadi demikian tidak tertahannya,sehingga orang yang bersalah dapat berbuat sesuatu untuk mengundang hukuman dari sumber di luar untuk menghilangkan perasaan bersalahnya dan mencapai kelegaan. Tekanan yang terus menerus dari kecemasan neurotis mugkin menyebabkan seseorang menjadi kehilangan akalnya dan melakukan sesuatu yang sangat impulsif. Akibat dari perbuatan impulsif ini di anggap kurang menyakitkan pada kecemasan itu sendiri. Kecemasan neurotis dan moril bukan saja merupakan tanda bahaya untuk ego, tetapi kecemasan itu sendiri adalah suatu bahaya.

Manusia diciptakan oleh tuhan dengan segala sifat yang paling sempurna diantara makhluk yang ada di bumi ini, sifat itu adalah cipta, rasa dan karsa. Tetapi dengan adanya sifat itu manusia menjadi tamak, loba, kikir, iri, dengki, dsb, apabila manusia tidak dapat mengatur , menguasai, atau mengekang hawa nafsunya ataupun bertindak yang negatif.

Sifat tamak, kikir, iri, dan dengki adalah sifat yang sangat tidak terpuji baik dihadapan sesama mannusia apalagi dihadapan Tuhan pencipta alam dan isinya. Dengan adanya sifat ini manusia akan mengalami rasa khawatir, takut, cemas, bahkan putus asa.

Bagi manusia yang menyadari akan hal ini, perasaan tersebut di atas dipandangnya sebagai penyakit kejiwaan yang sangat tidak menyenangkan bagi meanusi tersebut, sehingga dengan bekal kesadarannya tersebut ia berusaha untuk mengeluarkan perasaan cemasnya dari dalam dirinya. Perasaan- persaan cemas, gelisah, khawatir, benci, dongkol, dan perasaan negatif lainnya sangat sukar untuk diberantas. Perasaan- perasan itu demikian hebatnya sehingga bisa mendesak dan mengusir pikiran- pikiran kita yang tentram dan senang, segar dan damai.

Biasanya orang yang mengalami sulit untuk memikirkan hal-hal yang perlu untuk dilaksanakan dalam mengurangi rasa kecemasan tersebut, untuk itulah perlu melakukan perbuatan yang tanpa banyak memerlukan pikiran,dengan berbuat demikian orang akan menjadi sibuk,sehingga rasa cemas ataupun khawatir dalam pikirnya akan terlupakan.Hal ini sesuai dengan pendapat dari James L. Mursell,Guru besar dalam mata pelajaran Pedagogi pada sekolah guru di Columbia,dengan jitunya mengatakan: “Anda akan digoda oleh kecemasan,ketakutan,kekhawatiran tidak selamanya anda asyik dan sibuk,akan tetapi setelah selesai dengan pekerjaan anda,pada saat itulah angan-angan anda menjadi liar dan anda akan merenungkan hal-hal yang bukan-bukan yang gila-gila dan setiap kesalahan tampak besar-besar seperti gunung.Motor jiwa kita berkutat untuk membebaskan diri dari rasa khawatir ialah kesibukan dan mengerjakan sesuatu yang konstrukif atau membangun”.Dengan kesibukan yang tiada hentinya fisik manusia akan mengalami kelelahan ataupun keletihan,sehingga tinggal memerlukan istirahat atau tidur yang tenang dan nyenyak tanpa memikirkan lagi terhadap masalahnya,yaitu kecemasan.

==MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP==

A. Pandangan Hidup

Pengertian pandangan hidup adalah suatu hal yang dijadikan sebagai pedoman hidup.

~ Menurut asalnya pandangan hidup dibagi menjadi 3 yaitu :

  • =>Pandangan hidup yang berasal dari agama,
  • =>Pandangan hidup yang berupa ideologi, dan
  • =>Pandangan hidup hasil renungan.

~ Pandangan hidup terdiri dari 4 unsur antara lain :

  • =>Cita – Cita yang diinginkan dapat diraih dengan usaha dan perjuangan,
  • =>Berbuat baik dalam segala hal dapat membuat seseorang merasa bahagia, damai, dan tentram,
  • =>Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi oleh keyakinan, dan
  • =>Keyakinan dan kepercayaan adalah hal yang terpenting dalam hidup manusia.
  1. B. Cita – Cita

Pengertian cita – cita adalah sesuatu yang ingin diraih.

~ 3 Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :

  • Manusia itu sendiri,
  • Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut,
  • Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
  • ~2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita – citanya antara lain :
  • =>Faktor yang menguntungkan, dan
  • =>Faktor yang menghambat.
  1. C. Kebajikan

Pengertian kebajikan adalah suatu perbuatan yang selaras dengan suara hati kita yang mendatangkan kesenangan bagi dirinya maupun orang lain.

Manusia adalah sebuah pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.

~Untuk dapat melihat kebajikan kita harus melihat dari 3 segi antara lain :

  • =>Manusia sebagai makhluk pribadi,
  • =>Manusia sebagai anggota masyarakat, dan
  • =>Manusia sebagai makhluk Tuhan.

Suara hati adalah bisikan dalam hati yang memberikan pertimbangan kepada seseorang untuk dapat menentukan baik buruknya suatu perbuatan.

  1. D. Usaha dan Perjuangan

Pengertian usaha dan perjuangan adalah suatu tindakan yang dilakukan guna mewujudkan cita – cita.

  1. E. Keyakinan atau Kepercayaan

Keyakinan atau Kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.

~Menurut Prof. Dr. Harun Nasution ada 3 Aliran Filsafat, antara lain :

  • =>Aliran Naturalisme,
  • =>Aliran Intelektualisme, dan
  • Aliran Gabungan.

~Jika aliran ini digabungkan dengan pandangan hidup maka akan timbul 2 kemungkinan yaitu :

  • =>Pandangan Hidup Sosialisme, dan
  • =>Pandangan Hidup Sosialisme Religius.

~Ajaran Agama ada 2 yaitu :

  • =>Ajaran Agama yang Dogmatis, dan
  • =>Ajaran Agama dari pemuka agama.
  1. F. Langkah – Langkah Berpandangan Hidup yang Baik, antara lain :
  • =>Mengenal,
  • =>Mengerti,
  • =>Menghayati,
  • =>Meyakini,
  • =>Mengabdi, dan
  • =>Mengamankan.

Kuliah Umum Terakhir Sri Mulyani di UI

kuliah umum terakhir Sri Mulyani di Universitas Indonesia (UI). Kuliah ini berubah menjadi ajang reuni,

Acara yang direncanakan untuk mahasiswa Magister Manajemen FEUI, rupanya dipenuhi oleh para ILUNI FEUI dari angkatan jaman dulu hingga angkatan baru. Ruang yang berkapasitas 300 orang ini mendadak penuh oleh para alumni. Bahkan para mahasiswa menyaksikan acara ini melalui layar televisi di lantai dasar.

ada 2.500 orang yang daftar, tapi karena merasa ada ikatan batin, dan sulit mendapatkan tempat jadi dibatasi. Banyak yang pengen lihat tapi liat layar di bawah," ujar Dekan FEUI Firmanzah di Gedung BRI, Kampus Magister Management UI di Salemba, Jakarta, Rabu (19/5).Tidak tanggung-tanggung. Ketua Program MM-UI Rhenald Kasali sekaligus host dalam acara tersebut membawa Sri Mulyani dan teman-temannya di ILUNI FEUI bernostalgia, mengingat masa-masa kuliah dulu.

"Mba Ani pernah ngajar di MM UI. Di sini susah cari par-kiran, tapi yang gampang cari kamar jenazah. Ini yang membentuk watak Mba Ani karena kita diplonco lewat kamar jenazah. Jadi kila harus ingat hari esok, mungkin itu yang melatarbelakangi pengunduran dirinya," tutur Rhenald disusul tepuk tangan para hadirin.Beberapa cerita nostalgia yang muncul menghadirkan gelak tawa para hadirin, termasuk Sri Mulyani yang didampingi suami. Namun, semua para wakil ILUNI yang memberikan sambutan dalam acara ini juga mengusung ucapan selamat dan doa kepada Sri Mulyanl.

"Jangan terlalu banyak bertanya dalam hidup Itu. Kebenaran yang kamu anggap kebenaran adalah sebersit yang aku ciptakan." ujar mantan Menko Perekonomian Dorojatun Kuntjoro-jakti dalam akhir testimoninya untuk Sri Mulyani.Dalam acara itu. Sri Mulyani Indrawati memaparkan alasan dirinya mundur sebagai pejabat publik. Ia merasa dipojokkan dalam panggung politik, dimana saat ini sebagai pembantu pemerintah dirinya tidak lagi dikehendaki dalam sebuah sistem politik.

"Mengapa Sri Mulyani mundur dari Menteri Keuangan? Tentu ini sudah ada dalam kalkulasi, dimana saya anggap sumbangan dan kepentingan saya sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam suatu sistem politik," ungkapnya.Ia menyampaikan, hal tersebut dalam kuliah umum yang bertemakan Kebijakan Publik dan Etika Publik di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta.

Sri Mulyanl menganggap saat ini dirinya hanya seorang pembantu di pemerintahan."Maka ketika diminta menjadi pembantu pemerintah, kila tidak bisa mengabaikan bahwa politik Itu hampa atau vakum dan Itu juga merupakan perkawinan antar kelompok untuk memperoleh kekuasaan," jelasnya.Sri Mulyani merasa ketika sudah menjadi bagian dimana tidak dikehendaki dalam sistem politik, maka perkawinan kepentingan antar kelompok tadi sudah sangat dominan dan kental.

"Banyak yang bilang Itu kartel, tetapi saya lebih suka bilang itu kawin meskipun Jenis kelaminnya sama. Hampir semua parpol pemimpinnya laki-laki, kecuali satu," canda Sri Mulyani.Sri Mulyani menegaskan bahwa dirinya bukan dari sebuah partai politik, namun bukan berarti dia tidak mengerti politik. "Saya bukan dari partai politik, bukan politisi namun bukan berarti saya tidak tahu politik. Selama lima tahun saya tahu partai politik hingga mengerti keadaan, dimana ketika menghadapi sebuah realita banyak orang yang ingin berbuat baik tetapi frustasi." paparnya.

Jika lingkungan politik, lanjut Sri Mulyani, sudah lagi tidak memungkinkan adanya etika berpolitik, maka sudah lagi tidak memungkinkan bagi orang seperti Sri Mulyani untuk eksis."Sebab ketika saya dikehendaki untuk menjadi pejabat publik, saya berjanji tidak akan mengkhianati dengan berbuat korup. Saya bilang itu tidak mudah, sangat painfuU. dimana mempunyai kekuatan yang besar," ungkapnya, (oto)

Minggu, 06 Juni 2010

TUGAS IBD

MANUSIA DAN PENDERITAAN

A. Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita . kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung . derita artinya menaggung atau merasakn sesuatu yang tidak menyenagkan yang dapat berupa lahir, batin atau lahir dan lahir batin .

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia . intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada pula yang ringan .

Penderitaan akan dialami semua orang , hal itu sudah menjadi resiko hidup tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umtanya tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan .

B. SIKSAAN

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan maupun jasmani dan dapat merupakan siksaan jiwa dan rohani akibat siksaan timbulah penderitaan . Siksaan yang dialami manusia banyak terjadi . Ketakutan merupakan bentuk lain

Yang dapat membuat seseorang mengalami siksaan batin . bila rasa takut itu dibesar2kan bukan pada tempatnya maka akan disebut phobia.